Page 160 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 160
Wawasan Nusantara telah menjadi dasar visi bangsa Indonesia untuk
memperkuat persatuan wilayah dan kesatuan bangsa. Upaya untuk
mengokohkan persatuan wilayah dan persatuan bangsa ini akan terus
berlanjut, seiring dengan dinamika perubahan yang terus berkembang
dan tantangan yang berubah seiring dengan perkembangan zaman.
Misalnya, jika di masa lalu dominasi wilayah dilakukan melalui
pendudukan militer, saat ini lebih diutamakan upaya perlindungan
dan pelestarian alam di wilayah-wilayah tersebut. Tantangan yang
berubah ini juga mencakup pergeseran dari kejahatan konvensional ke
kejahatan dunia maya yang lebih kompleks.
8.5. Hakikat Wawasan Nusantara
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, hakikat dari Wawasan
Nusantara adalah "kesatuan wilayah dan persatuan bangsa"
Indonesia. Tetapi mengapa kesatuan wilayah dan persatuan bangsa
sangat penting? Sebelumnya telah diulas bagaimana munculnya
Wawasan Nusantara sebagai respons terhadap kebutuhan akan
kesatuan wilayah Indonesia, yang sebelumnya terbagi-bagi karena
peraturan kolonial Belanda Ordonansi 1939. Deklarasi Djuanda pada
tanggal 13 Desember 1957 adalah titik awal di mana wilayah
Indonesia menjadi satu kesatuan yang terhubung oleh laut, bukan lagi
pemisah.
Wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan memiliki berbagai keunikan,
seperti menjadi negara kepulauan dengan ribuan pulau, luas wilayah
yang mencapai 5.192 juta km2, jarak yang luas dari utara ke selatan
dan timur ke barat, serta letaknya yang berada di persimpangan dua
benua dan dua samudra. Indonesia juga terletak pada garis
katulistiwa dan memiliki iklim tropis dengan dua musim. Selain itu,
Indonesia adalah pertemuan dua jalur pegunungan, yaitu Mediterania
dan Sirkum Pasifik, serta berada pada lintang dan bujur tertentu.
Wilayah ini juga sangat subur dan dapat dihuni, serta kaya akan flora,
fauna, dan sumber daya alam.
Wawasan Nusantara yang awalnya berkaitan dengan konsep
kewilayahan telah berkembang menjadi konsep kebangsaan. Ini
berarti Wawasan Nusantara tidak hanya memandang keutuhan
wilayah, tetapi juga persatuan bangsa. Bangsa Indonesia dikenal
sebagai bangsa yang heterogen dengan berbagai suku, agama, ras, dan
Pendidikan Kewarganegaraan 158

