Page 155 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 155
entitas penting dalam dunia internasional, memperkuat posisi dalam
diplomasi global, dan mempromosikan kerja sama dengan negara-
negara lain.
Pemahaman tentang Wawasan Nusantara bukan hanya berkaitan
dengan sejarahnya, tetapi juga melibatkan evaluasi tentang bagaimana
konsep ini dapat tetap relevan dan berperan dalam perkembangan
masa depan Indonesia. Di tengah perubahan dinamis dalam arena
global, pemahaman yang mendalam tentang Wawasan Nusantara
menjadi kunci dalam membentuk identitas nasional yang kokoh serta
memajukan kepentingan nasional di tingkat global. Oleh karena itu,
melalui studi dan pemahaman yang cermat terhadap konsep
Wawasan Nusantara, generasi muda Indonesia diharapkan dapat
berperan aktif dalam menentukan arah masa depan negara ini dalam
dunia yang terus berkembang.
8.3. Latar Belakang Wawasan Nusantara
8.3.1. Latar Belakang Historis
Kelahiran gagasan wawasan nusantara berasal dari tindakan Perdana
Menteri Ir. H. Djuanda Kartawidjaja pada tanggal 13 Desember 1957,
yang menghasilkan deklarasi yang kemudian dikenal sebagai
Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menyatakan bahwa segala perairan
di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang
merupakan bagian dari Negara Indonesia, tanpa memandang ukuran
atau lebar, dianggap sebagai bagian yang sah dari wilayah daratan
Negara Indonesia. Oleh karena itu, perairan ini juga dianggap sebagai
bagian dari wilayah pedalaman atau nasional yang sepenuhnya
berada di bawah kedaulatan Negara Indonesia (Yulianingsih et al.,
2022). Pelayaran damai oleh kapal-kapal asing di perairan ini dijamin,
asalkan tidak mengancam kedaulatan dan keamanan Negara
Indonesia. Batas landas kontinen teritorial, yang memiliki lebar 12 mil,
diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung terluar dari
pulau-pulau Negara Indonesia. Ketentuan-ketentuan ini akan diatur
lebih lanjut oleh undang-undang.
Inti dari deklarasi ini adalah bahwa laut teritorial Indonesia memiliki
lebar 12 mil yang diukur dari garis yang menghubungkan pulau-
pulau terluar Indonesia. Ini mengubah wilayah Indonesia menjadi
Pendidikan Kewarganegaraan 153

