Page 124 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 124

abad ke-5 Masehi. Ini berkaitan dengan perkembangan ekonomi yang
                  merosot,  korupsi,  dan  konflik,  yang  mengakibatkan  pemerintahan
                  demokratis  di  Eropa  digantikan  oleh  sistem  pemerintahan  otoriter
                  pada pertengahan abad ke-14 (Dahl, 1992)s.

                  Pemikiran-pemikiran tentang humanisme dan demokrasi baru mulai
                  bangkit kembali di Eropa selama periode Renaissance, sekitar abad ke-
                  14  hingga  abad  ke-17.  Perkembangan  ini  diberi  dorongan  baru,
                  termasuk dari peradaban Islam. Salah satu tonggak penting dalam era
                  Renaissance yang mendorong kembali munculnya demokrasi di Eropa
                  adalah  gerakan  Reformasi  Protestan  yang  dimulai  pada  tahun  1517
                  dan  berakhir  dengan  Kesepakatan  Westphalia  pada  tahun  1648.
                  Kesepakatan  ini  menegaskan  prinsip  co-existence  dalam  hubungan
                  agama  dan  negara,  yang  membuka  jalan  bagi  kemunculan  negara-
                  negara bangsa dan tatanan politik yang lebih demokratis (Latif, 2011).
                  Di  Indonesia,  kehadiran  kolonialisme  Eropa,  terutama  Belanda,
                  membawa dua aspek dari peradaban Barat: imperialisme-kapitalisme
                  yang  repressif  dan  humanisme-demokratis.  Penindasan  politik  dan
                  eksploitasi  ekonomi  oleh  imperialisme  dan  kapitalisme,  sering  kali
                  berkolaborasi dengan feodalisme lokal, memicu sikap anti-penjajahan,
                  anti-feodalisme,  dan  anti-penindasan  di  kalangan  pemimpin
                  pergerakan  kemerdekaan.  Selama  melawan  penindasan  politik  dan
                  ekonomi  kolonial,  mereka  juga  terinspirasi  oleh  gagasan-gagasan
                  humanisme-demokratis Eropa (Latif, 2011).

                  Penyebaran  nilai-nilai  humanisme-demokratis  ini  menjadi  relevan
                  dalam konteks perkembangan ruang publik modern di Indonesia pada
                  akhir  abad  ke-19.  Ruang  publik  ini  berkembang  di  sekitar  institusi
                  pendidikan  modern,  industri  percetakan  yang  dipengaruhi  oleh
                  kapitalisme,  klub-klub  sosial  bergaya  Eropa,  munculnya  berbagai
                  gerakan  sosial  (seperti  Boedi  Oetomo,  Syarekat  Islam,  dan  lain-lain)
                  yang  pada  akhirnya  mengarah  pada  pendirian  partai  politik  (sejak
                  1920-an), dan pendirian Dewan Rakyat (Volksraad) pada tahun 1918.

                  Inspirasi  yang  berasal  dari  elemen-elemen  demokrasi  desa,  ajaran
                  Islam, dan sosial-demokrasi Barat membentuk dasar persatuan dalam
                  keragaman.    Terlepas    dari   beragam    ideologi   politik   yang
                  dikembangkan,  baik  yang  bersifat  agamawi  maupun  sekuler,



                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     122
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129