Page 121 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 121
budaya Minangkabau berada pada alur (logika) dan patut (keadilan).
Alur dan patut adalah penentu akhir yang memastikan bahwa
keputusan raja sesuai dengan akal sehat dan prinsip-prinsip keadilan
(Malaka, 2005).
Kedua, tradisi demokrasi asli Nusantara terus bertahan meskipun di
bawah pemerintahan feodal raja-raja Nusantara. Hal ini terjadi karena
tanah, yang merupakan faktor produksi utama, dimiliki bersama oleh
masyarakat desa di banyak tempat di Nusantara. Karena kepemilikan
bersama ini, setiap individu perlu mendapatkan persetujuan dari
masyarakatnya untuk memanfaatkan tanah tersebut. Hal ini
mendorong tradisi gotong royong dalam pemanfaatan tanah bersama,
yang kemudian berkembang ke bidang-bidang lain seperti
pembangunan rumah dan perayaan kenduri. Adat ini mengakar kuat
dalam tradisi musyawarah untuk kepentingan umum yang diambil
dengan cara mufakat atau kesepakatan bersama. Seperti yang
dinyatakan dalam pepatah Minangkabau, "Bulat air karena bambu,
bulat kata karena mufakat." Tradisi musyawarah mufakat ini akhirnya
melahirkan lembaga rapat yang dipimpin oleh kepala desa, dan setiap
orang dewasa yang merupakan penduduk asli desa tersebut berhak
menghadirinya. Karena adanya kepemilikan bersama dan tradisi
musyawarah, tradisi desa dapat ditekan oleh pemerintahan feodal,
tetapi tidak akan pernah hilang, bahkan akan terus berkembang
sebagai adat istiadat. Ini meyakinkan para pemimpin pergerakan
bahwa demokrasi asli Nusantara adalah sesuatu yang kuat dan akan
tetap bertahan, seperti yang tercantum dalam pepatah Minangkabau,
"Tidak akan berubah oleh panas, tidak akan lapuk oleh hujan" (M.
Hatta, 1992)s.
Selanjutnya, Hatta menjelaskan bahwa kelima unsur demokrasi asli
ini, yaitu rapat, mufakat, gotong royong, hak untuk protes bersama,
dan hak untuk meninggalkan daerah kekuasaan raja, dihormati dalam
pergerakan nasional sebagai dasar untuk demokrasi sosial, yang akan
menjadi fondasi pemerintahan Indonesia yang merdeka di masa
depan (Latif, 2011).
6.4.2. Sumber Nilai yang Berasal dari Islam
Nilai-nilai demokratis yang berakar dalam Islam berasal dari aspek
teologisnya yang fundamental. Pusat dari keyakinan Islam adalah
Pendidikan Kewarganegaraan 119

