Page 123 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 123

menyebutkan  bahwa  sistem  masyarakat  Madinah  adalah  "suatu
                  contoh  yang  lebih  baik  untuk  membangun  komunitas  nasional
                  modern  daripada  yang  bisa  dibayangkan."  Komunitas  ini  dianggap
                  modern  karena  melibatkan  partisipasi  seluruh  anggota  masyarakat
                  dan  pemimpinnya  menerima  penilaian  berdasarkan  kemampuan
                  mereka. Bellah juga menggambarkan sistem Madinah sebagai bentuk
                  nasionalisme  yang  egaliter  dan  partisipatif  (egalitarian  participant
                  nationalism),  yang  berbeda  dari  sistem  republik  negara-kota  Yunani
                  Kuno yang hanya memberikan partisipasi kepada sebagian kecil dari
                  penduduk (Latif, 2011).

                  Pengaruh Islam juga membawa perubahan di Nusantara dari sistem
                  kemasyarakatan feodal berbasis kasta menuju sistem kemasyarakatan
                  yang  lebih  egaliter.  Perubahan  ini  tercermin  dalam  perubahan  sikap
                  orang  Melayu  terhadap  penguasa.  Sebelum  kedatangan  Islam,
                  terdapat  pepatah  "Melayu  pantang  membantah"  dalam  masyarakat
                  Melayu.  Namun,  melalui  pengaruh  Islam,  pepatah  ini  berubah
                  menjadi  "Raja  adil,  raja  disembah;  raja  zalim,  raja  disanggah."  Nilai-
                  nilai  egalitarianisme  Islam  mendorong  perlawanan  masyarakat
                  pribumi  terhadap  sistem  "kasta"  baru  yang  diberlakukan  oleh
                  kekuatan  kolonial  (Wertheim,  1956).  Dalam  pandangan  Soekarno
                  (1965),  pengaruh  Islam  di  Nusantara  membawa  transformasi  dari
                  masyarakat  feodal  menuju  masyarakat  yang  lebih  demokratis
                  (Soekarno,  1965).  Selanjutnya,  Hatta  juga  melihat  stimulus  Islam
                  sebagai salah satu sumber yang memupuk semangat demokrasi sosial
                  di hati para pemimpin pergerakan kebangsaan.

                  6.4.3.  Sumber Nilai yang Berasal dari Barat
                  Masyarakat Barat, terutama Eropa, memiliki akar yang dalam dalam
                  sejarah  demokrasi  mereka.  Perkembangan  demokrasi  yang  paling
                  mencolok terjadi di kota Athena di Yunani sekitar abad ke-5 SM, yang
                  sering  dianggap  sebagai  contoh  utama  dari  pelaksanaan  demokrasi
                  partisipatif di berbagai negara kota pada masa itu. Kemudian, bentuk
                  pemerintahan  serupa  muncul  di  Roma,  Italia,  dengan  sistem
                  pemerintahan republik. Konsep demokrasi yang berasal dari Athena
                  dan  Roma  ini  kemudian  menyebar  ke  kota-kota  lain  di  sekitarnya,
                  termasuk  Florence  dan  Venice.  Namun,  model  demokrasi  ini
                  mengalami  kemunduran  setelah  jatuhnya  Kekaisaran  Romawi  pada



                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     121
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128