Page 116 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 116

memenuhi  syarat  menikmati  manfaat  kewarganegaraan,  sedangkan
                  tradisi  "medieval  theory"  menekankan  landasan  kekuasaan  tertinggi
                  dalam tangan rakyat. Doktrin kontemporer tentang demokrasi, di sisi
                  lain,  menganggap  konsep  "republik"  sebagai  bentuk  pemerintahan
                  rakyat yang murni.

                  Torres (1998) juga mempertimbangkan dua aspek dalam pemahaman
                  demokrasi: "formal democracy" dan "substantive democracy." "Formal
                  democracy"    merujuk    pada    sistem   pemerintahan,    sementara
                  "substantive    democracy"    melibatkan     bagaimana     demokrasi
                  diimplementasikan dalam praktiknya. Proses demokrasi dalam empat
                  bentuk,    termasuk     "protective   democracy,"     "developmental
                  democracy," "equilibrium democracy," dan "participatory democracy,"
                  memiliki  karakteristik  unik  yang  mencerminkan  hubungan  antara
                  pemerintahan dan partisipasi publik.
                  Ketika  membahas  partisipatory  democracy,  Torres  (1998)  mengutip
                  pandangan Mansbridge bahwa partisipasi dalam demokrasi memiliki
                  fungsi  edukatif  yang  luas.  Pengalaman  dalam  partisipasi  demokrasi
                  diharapkan  dapat  mengembangkan  kepribadian  yang  demokratis.
                  Oleh karena itu, demokrasi sebagai metode dan konten harus dilihat
                  dari perspektif "political representation" dan "political participation by
                  the people in public affairs."

                  Semua ini menunjukkan bahwa pandangan demokrasi adalah konsep
                  yang berkembang dalam sejarah manusia dan mewakili upaya untuk
                  menggabungkan nilai-nilai demokratis dalam berbagai konteks sosial
                  dan  politik.  Carlos  Alberto  Torres  memperlihatkan  pentingnya
                  pemahaman  yang  mendalam  tentang  demokrasi  dalam  masyarakat
                  global yang semakin kompleks.

                  6.2.3.  Pemikiran tentang Demokrasi Indonesia
                  Pada  bagian  pengantar,  telah  diungkapkan  bahwa  setiap  negara
                  memiliki  cara  unik  dalam  menerapkan  kedaulatan  rakyat  atau
                  demokrasi.  Faktor-faktor  seperti  sejarah,  budaya,  pandangan  hidup,
                  dan  tujuan  negara  memengaruhi  cara  negara  tersebut  menjalankan
                  demokrasinya.     Negara     Indonesia,    sebagai    contoh,   telah
                  mendefinisikan dirinya sebagai negara demokrasi yang berlandaskan
                  kedaulatan rakyat. Dalam hal ini, tahukah Anda di mana pernyataan
                  ini pertama kali diartikulasikan?

                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     114
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121