Page 173 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 173

9.5.  Perjalanan Ketahanan Nasional dan Bela Negara
                  Pengalaman sejarah Indonesia membuktikan bahwa konsep ketahanan
                  nasional kita telah terbukti efektif dalam menghadapi berbagai bentuk
                  ancaman,  menjaga  keutuhan  bangsa,  dan  mempertahankan  Negara
                  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Contoh yang paling mencolok
                  adalah  ketika  bangsa  Indonesia  berhasil  menghadapi  ancaman
                  komunisme  pada  tahun  1965  dan  krisis  ekonomi  serta  politik  yang
                  melanda  pada  tahun  1997-1998.  Bahkan  hingga  saat  ini,  NKRI  tetap
                  kokoh dan utuh, sebuah prestasi yang patut diacungi jempol. Dalam
                  hal  ini,  kita  dapat  membandingkannya  dengan  pengalaman
                  Yugoslavia yang menghadapi perpecahan yang menghancurkan pada
                  tahun 1990-an (Soemarwoto, 2018).

                  Meskipun  demikian,  seperti  kehidupan  individu  yang  terus
                  berkembang,  kehidupan  berbangsa  juga  mengalami  perubahan,
                  perkembangan,  dan  dinamika  yang  terus  berlanjut.  Ketahanan
                  nasional  Indonesia  akan  selalu  dihadapkan  pada  berbagai  tantangan
                  dan ancaman yang terus berkembang. Oleh karena itu, penting untuk
                  terus  memantau  dan  mengevaluasi  konsep  ketahanan  nasional  kita
                  agar tetap relevan dan efektif dalam menghadapi perubahan zaman.
                  Ketahanan  nasional,  sebagai  salah  satu  komponen  Tannas  (Tata

                  Nasional),  merupakan  kondisi  yang  mencerminkan  kekuatan  dan
                  daya  tahan  suatu  bangsa  dalam  menghadapi  berbagai  ancaman.
                  Konsep ini selalu berubah sejalan dengan perkembangan situasi dan
                  kondisi dalam masyarakat kita. Sebagai kondisi, gambaran ketahanan
                  nasional  dapat  bervariasi,  terkadang  kuat,  dan  terkadang  lemah,
                  tergantung pada sejumlah faktor yang memengaruhi.

                  Namun,  berdasarkan  hasil  pengukuran  Tannas,  kondisi  ketahanan
                  nasional kita saat ini dianggap rapuh. Pengukuran ini menggunakan
                  ajaran  asta  gatra  yang  mencakup  delapan  aspek  atau  unsur  yang
                  berbeda,  seperti  ideologi,  politik,  ekonomi,  sosial,  militer,  dan  lain
                  sebagainya. Hasil ini menunjukkan bahwa ada beberapa aspek yang
                  memerlukan  perhatian  lebih  besar  untuk  meningkatkan  ketahanan
                  nasional kita.

                  Penting  untuk  dicatat  bahwa  ketahanan  nasional  bukan  hanya
                  tanggung  jawab  pemerintah  atau  aparat  keamanan  semata.  Seluruh
                  masyarakat  Indonesia,  dari  individu  hingga  keluarga,  daerah,  dan

                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     171
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178