Page 97 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 97

disusun  oleh  sejumlah  tokoh  dunia,  termasuk  Helmut  Schmidt,
                      Malcom Fraser, Jimmy Carter, Lee Kuan Yew, Kiichi Miyazawa,
                      Kenneth Kaunda, dan Hassan Hanafi, yang bekerja sama selama
                      sepuluh tahun sejak Maret 1987.
                      Mengapa  dokumen  ini  diciptakan?  Dokumen  ini  timbul  karena
                      ada  perbedaan  antara  Barat  yang  mendorong  kebebasan  dan
                      individualisme  dan  Timur  yang  menekankan  konsep  tanggung
                      jawab  dan  komunitas.  Konsep  kewajiban  berperan  sebagai
                      pengimbang  antara  kebebasan  dan  tanggung  jawab.  Hak
                      berkaitan  erat  dengan  kebebasan,  sedangkan  kewajiban  terkait
                      dengan tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan komitmen
                      moral  yang  mengatur  kebebasan  individu  secara  alami  dan
                      sukarela untuk menghormati kebebasan orang lain. Dalam setiap
                      masyarakat,  kebebasan  selalu  ada  batasnya.  Oleh  karena  itu,
                      semakin  besar  kebebasan  yang  dinikmati,  semakin  besar
                      tanggung  jawab  terhadap  diri  sendiri  dan  orang  lain.  Semakin
                      banyak  bakat  yang  dimiliki  seseorang,  semakin  besar  tanggung
                      jawabnya untuk mengembangkannya. Dokumen ini menekankan
                      pentingnya  hak  atas  kebebasan  tidak  boleh  mengabaikan
                      kebebasan orang lain, dan mengajak individu yang memiliki hak
                      untuk aktif memastikan bahwa orang lain juga dapat menikmati
                      hak tersebut. Dokumen ini juga menyoroti pentingnya beralih dari
                      "kebebasan  untuk  tidak  peduli"  menjadi  "kebebasan  untuk
                      berpartisipasi".
                      Prinsip  dasar  dari  Deklarasi  ini  adalah  mencapai  sebanyak
                      mungkin  kebebasan,  sambil  mengembangkan  rasa  tanggung
                      jawab  yang  akan  mendukung  pertumbuhan  kebebasan  tersebut.
                      Untuk  mencapai  keseimbangan  antara  hak  dan  kewajiban,  ada
                      suatu  aturan  emas  yang  perlu  diikuti:  "Perlakukan  orang  lain
                      seperti  yang  Anda  ingin  mereka  perlakukan  kepada  Anda."
                      Dokumen ini juga mengingatkan bahwa terlalu menekankan hak
                      secara eksklusif dapat memicu konflik dan perpecahan, sementara
                      mengabaikan tanggung jawab dapat menyebabkan kekacauan.

                  Dari uraian di atas, tampaknya pemikiran tentang hak lebih dominan
                  daripada  pemikiran  tentang  kewajiban.  Mengapa  hal  ini  terjadi  dan
                  apakah ini berarti hak lebih penting daripada kewajiban? Apakah hal
                  serupa  terjadi  di  Indonesia,  di  mana  pemikiran  tentang  hak



                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     95
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102