Page 81 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 81
tantangan masih muncul terkait dengan perlindungan dan
penegakan hak-hak ini, terutama dalam kasus pelanggaran hak
asasi manusia.
5. Beberapa wilayah di Indonesia telah mengalami konflik
bersenjata, seperti di Papua dan Aceh. Konstitusi harus
menciptakan kerangka kerja yang dapat mengelola konflik ini dan
mengakhiri kekerasan.
6. Tantangan ekonomi, seperti ketidaksetaraan sosial dan ekonomi,
juga menjadi bagian dari dinamika konstitusi. Konstitusi harus
menciptakan kerangka kerja untuk pembangunan ekonomi yang
berkelanjutan dan merata.
Dinamika dan tantangan ini mencerminkan kompleksitas kehidupan
berbangsa-negara Indonesia. Konstitusi harus tetap relevan dan
mampu mengatasi tantangan-tantangan ini agar dapat menjaga
ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan di seluruh negeri. Penyusunan,
penegakan, dan perubahan konstitusi harus selalu melibatkan
partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam masyarakat untuk
mencapai tujuan bersama dalam membangun negara yang kuat dan
berkeadilan.
4.4. Esensi dan Urgensi Konstitusi dalam Kehidupan
Berbangsa-Negara
Adapun syarat invensi yang dapat diberikan paten menurut Pasal 3 (2)
UU No.13/2016 yakni harus memenuhi syarat kebaruan (novelty),
langkah inventif (inventif stap) dan dapat diterapkan dalam suatu
industry (industrial applicable).
Setelah melewati serangkaian proses yang cukup panjang, MPR RI
akhirnya berhasil mengamendemen UUD NRI 1945. Perubahan UUD
NRI 1945, yang pada awalnya merupakan tuntutan reformasi, seiring
berjalannya waktu telah menjadi kebutuhan yang diakui oleh seluruh
lapisan masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses amandemen UUD
NRI 1945 dibutuhkan partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat.
Dalam empat kali periode sidang MPR, UUD NRI 1945 mengalami
perubahan yaitu:
Tabel IV.1 Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Pendidikan Kewarganegaraan 79

