Page 90 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 90
dalam masyarakat serta mempromosikan keadilan dan saling
pengertian.
Hak dan kewajiban adalah dua aspek yang tak terpisahkan. Menurut
pandangan yang disepakati oleh pengikut utilitarianisme, ada
hubungan saling bergantung antara hak dan kewajiban. Mereka
berpendapat bahwa setiap kewajiban seseorang terkait erat dengan
hak individu lain, dan demikian pula sebaliknya. Mereka meyakini
bahwa hak-hak yang sesungguhnya hanya dapat diakui jika ada
hubungan ini; hak yang tidak diikuti oleh kewajiban yang setara tidak
dapat disebut sebagai hak. Konsep ini sejalan dengan pemikiran
filosofis John Stuart Mill (1996), yang mengatakan bahwa hak asasi
manusia yang paling mendasar berlandaskan pada dua prinsip utama,
yaitu hak kesetaraan dan hak kebebasan. Bagi Mill, hak kebebasan
individu tidak boleh digunakan untuk merugikan hak orang lain demi
kepentingan pribadi. Mill berpendapat bahwa kebebasan, dalam
konteks ontologis yang substansial, bukanlah tindakan yang
sepenuhnya bebas tanpa kendali, melainkan tindakan bebas yang
diarahkan ke arah positif, tanpa mengganggu atau merugikan orang
lain.
Kotak 1. Perihal Kebebasan
Silakan membaca karya "On Liberty - Perihal Kebebasan" (1996)
yang ditulis oleh John Stuart Mill dengan kata pengantar dan
penerjemah Alex Lanur. Setelah itu, berikan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bagaimana John Stuart Mill mendefinisikan konsep kebebasan?
Bagi masyarakat yang berkinerja sehat, tercipta individu-individu
yang mandiri, kuat, terbuka, dan kritis, baik dalam hubungan
dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, dengan tujuan
mencapai kebenaran. Apa kriteria utama yang harus ada untuk
mencapai kondisi seperti ini?
Mengapa generasi saat ini dianggap memiliki tanggung jawab
terhadap generasi yang akan datang?
John Stuart Mill berpendapat bahwa pendidikan yang berkualitas
membuka peluang untuk diskusi yang bebas, kreatif, dan beradab
dalam menghadapi perbedaan pendapat. Bagaimana Anda melihat
Pendidikan Kewarganegaraan 88

