Page 27 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 27
Bab 2. Identitas Nasional
2.1. Pendahuluan
Ketika Anda berada di luar negeri, apa yang membedakan Anda dari
penduduk lokal? Apa yang bisa dikenali orang sebagai tanda bahwa
Anda adalah warga negara Indonesia? Tanda-tanda atau ciri-ciri yang
membedakan Anda ini bisa disebut sebagai identitas. Identitas ini
umumnya terkait dengan hal-hal pribadi seperti nama, alamat, jenis
kelamin, agama, dan lain sebagainya. Ini adalah apa yang sering kita
kenal sebagai identitas pribadi.
Namun, identitas juga dapat berlaku untuk kelompok masyarakat dan
organisasi yang terdiri dari sekelompok orang. Sebagai contoh, sebuah
keluarga memiliki identitasnya sendiri yang membedakannya dari
keluarga lain. Demikian pula, sebuah bangsa sebagai entitas kolektif
dan negara sebagai organisasi pemerintahan memiliki identitas
nasional yang membedakannya dari bangsa-bangsa lainnya. Setiap
negara yang merdeka dan berdaulat berusaha untuk memiliki
identitas nasional agar dapat dikenali oleh negara-negara lain dan
dibedakan dari bangsa-bangsa lainnya. Identitas nasional ini juga
berperan penting dalam menjaga eksistensi dan kelangsungan hidup
sebuah negara. Negara dengan identitas nasional yang kuat memiliki
kewibawaan dan kehormatan di mata bangsa-bangsa lain, serta
mampu menyatukan warganya dalam satu kesatuan yang kuat.
Pertanyaannya sekarang adalah, apa sebenarnya inti dan urgensi dari
identitas nasional, dan mengapa hal ini begitu penting bagi negara-
negara seperti Indonesia? Apa saja komponen identitas nasional
Indonesia? Dalam Bab II ini, kita akan membahas konsep dan urgensi
identitas nasional. Sebagai bagian dari proses pembelajaran ilmiah
yang aktif, kita akan melakukan eksplorasi, bertanya, menggali,
membangun argumen, dan merinci esensi dan urgensi identitas
nasional, baik dalam bentuk tulisan maupun diskusi lisan. Kami juga
akan menyediakan Proyek Kewarganegaraan pada akhir bab ini untuk
menggali lebih dalam pemahaman Anda tentang topik ini. Melalui
pembelajaran ini, kami berharap Anda, sebagai calon sarjana dan
Pendidikan Kewarganegaraan 25

